MASUKI KEMARAU, PUSDALOPS SEBUT INTENSITAS BENCANA MENURUN

0

BPBD Kota Malang (1/4/18) – Dalam dua minggu belakangan ini sudah mulai jarang hujan turun di wilayah Kota Malang. Informasi yang didapat dari situs resmi BMKG menyebutkan bahwa beberapa kota di Jawa Timur sudah mulai memasuki awal musim kemarau, tak terkecuali Kota Malang. Kabar demikian diamini oleh Pusdalops atau Pusat Pengendalian dan Operasi BPBD Kota Malang yang juga menyatakan bahwa kini Kota Malang bersiap memasuki musim kemarau. Beberapa kejadian bencana yang umumnya terjadi berbarengan dengan turunnya hujan seperti pohon tumbang, tanah longsor hingga puting beliung tercatat menurun di sepanjang bulan Maret 2018.

Dalam rilis resminya, Pusdalops mencatat 11 kejadian bencana di bulan Maret. Terindikasi menurun dibandingkan bulan Februari yakni 25 kejadian dan bulan Januari sejumlah 35 kejadian. Dari angka ini dapat diperoleh korelasi bahwa kejadian longsor, pohon tumbang serta puting beliung umum terjadi selama musim penghujan. “Biasanya kalau hujan intensitas tinggi, ada saja laporan masyarakat yang mengalami tiga kejadian tersebut” kata Anton salah seorang personel Pusdalops.

Lebih lanjut Anton merinci jumlah kejadian periode Maret 2018 yakni 2 kejadian tanah longsor, 1 kali genangan air, 6 kali pohon tumbang dan 2 kejadian lainnya. Semua kejadian tersebut tersebar di tiga kecamatan. “Iya Mas, 11 kejadian tersebut ada di Klojen, Lowokwaru dan Kedungkandang” tutur Anton. Senada dengan Anton, anggota Pusdalops lainnya Alam juga menegaskan bahwa kejadian bencana terbanyak ada di Kecamatan Lowokwaru. “Kami menghitung total kerugian akibat bencana selama Maret 2018 mencapai Rp. 56.150.000,- dengan kerugian terbesar di Lowokwaru sebesar Rp. 40.350.000,-” tukas pria penyuka kopi ini menambahkan.

Baik Anton maupun Alam kompak mengatakan bahwa bencana tidak bisa diprediksi kapan datangnya namun bisa dicegah dengan meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati dalam keadaan tertentu. “Bencana kapan saja bisa datang, yang penting waspada dan kenali ciri-cirinya. Apalagi saat musim kemarau, biasanya bahaya kebakaran yang berpotensi terjadi” sahut Anton. Baik Anton maupun Alam berharap warga Kota Malang bisa lebih meningkatkan kepeduliannya akan bencana yang mungkin timbul. Mitigasi, kewaspadaan maupun kesiapsiagaan sangat penting dalam mengurangi risiko bencana. “Satu lagi, jika melihat atau mengetahui kejadian bencana agar menghubungi kami di 08113770502” imbuh Alam(Zie)

Share.

About Author

Leave A Reply