KURANGI RISIKO BENCANA, BPBD GETOL LAKUKAN PENINGKATAN KAPASITAS

0

BPBD Kota Malang | Kelurahan tangguh di gadang-gadang menjadi program prioritas BPBD Kota Malang dalam upaya pengurangan risiko bencana. Sejak 2017 hingga 2019, BPBD Kota Malang sudah membentuk 22 Kelurahan tangguh.

Setelah terbentuknya kelurahan Tangguh, BPBD Kota Malang tidak serta merta lepas tangan dan bebas dari tugas. Namun, perlu dilakukan kegiatan pendampingan secara berkala dan berkesinambungan.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, BPBD Kota Malang menggelar kegiatan Pelatihan Pendampingan Kelurahan tangguh Bencana pada Jumat (12/04/2019) pagi. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari 12 kelurahan tangguh antara lain Kelurahan Kotalama, Kelurahan Penanggungan, Kelurahan Ksatrian, Kelurahan Mergosono, Kelurahan Samaan, Kelurahan Bandungrejosari, Kelurahan Pandanwangi, Kelurahan Tulusrejo, Kelurahan Mojolangu, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kelurahan Tlogomas, dan Kelurahan Merjosari.

Bertempat di lapangan belakang Kantor BPBD Kota Malang, kegiatan ini dibuka oleh sekretaris BPBD Kota Malang, Tri Oky Rudianto. Dalam sambutannya, Tri Oky menargetkan tahun pada tahun 2021 kelurahan Tangguh harus terbentuk di seluruh wilayah Kota Malang.

“Nantinya tiap kelurahan harus mempunyai peta risiko bencana dan diperbarui setiap tahunnya”, imbuhnya.

Turut hadir sebagai nara sumber, Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Karangploso, Anung Suprayitno. Disela-sela paparannya kepada peserta, Anung menjelaskan bahwa cuaca ekstrim beberapa tahun terakhir sudah diprediksi sejak tahun 2007. Kondisi ini dipicu adanya pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim.

Secara interaktif, Anung juga menjelaskan macam cuaca ekstrim yang mengancam Kota Malang termasuk upaya antisipasinya. Intinya masyarakat dihimbau untuk lebih peka terhadap alam sekitar.

Potensi bencana yang kian meningkat dan kompleks mengharuskan BPBD lebih intens untuk meningkatkan kapasitas kelurahan tangguh. Oleh karena itu, rencananya kegiatan ini akan dilanjutkan besok Sabtu (13/4/2019) dengan pemateri dari PMI. Jika kapasitas meningkat maka risiko bencana akan dapat diminimalisir.

Share.

About Author

Leave A Reply