Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Malang

KAWASAN MUHARTO KOTA LAMA, LANGGANAN BENCANA

Perasaan was-was menghantui warga seputaran Muharto Kelurahan Kota Lama, mengingat kejadian akhir-akhir ini banyak terjadi di kawasan Muharto. Menurut data Pusdalops BPBD Kota Malang selama Januari hingga sekarang ini merekam sebanyak 3 kejadian, jenisnya pun juga beragam, seperti plengsengan roboh, atap rumah yang ambruk, sampai dengan tebing longsor. tutur David salah satu operator Pusdalops BPBD Kota Malang saat ditemui di meja kerjanya.

Jika dilihat memang kawasan permukiman di Muharto memang kawasan DAS, sehingga apabila sewaktu-waktu debit air sungai  naik, rumah-rumah yang berada dipinggir sungai sangat rawan sekali longsor.

Selasa (9/1/18) Seno Ketua RT 1 Kelurahan Kota Lama melaporkan ke Pusdalops BPBD Kota Malang via Whatsapp bahwa terjadi lagi pondasi yang terkikis akibat naiknya debit air Sungai Brantas.

Nampak pondasi kamar mandi menggantung

Tidak pikir panjang, Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Malang beserta Personil Kelurahan Tangguh Kota Lama mengecek kebeneran laporan tersebut.

Irawan salah satu personil Tim Reaksi Cepat membenarkan memang pondasi kamar mandi Lika (28) salah satu warga Jalan Muharto Gg. 5 RT 12 RW. 6 terkikis air.

Akibat dari kejadian tersebut,  pondasi kamar mandi yang berukuran 2×2 m tergerus aliran air dan ada kemungkinan terjadi longsor susulan dan mengancam 3 rumah disebelahnya.

Tidak hanya itu juga, kejadian lain di Muharto Gg. 7 juga terjadi atap rumah yang roboh, kali ini menimpa rumah Sugeng Hariono (41) warga RT. 12 RW.7 sebuah atap rumah berukuran 6×4 m ambruk.

Atap rumah Sugeng yang roboh

Atap rumah ambruk milik Sugeng ini, lantaran konstruksi atap yang tidak kuat menahan curah hujan yang mengguyur akhir-akhir ini di wilayah Kota Malang.

Akibat dari kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun 1 keluarga Sugeng Hariono yang terdiri dari 5 jiwa harus mengungsi di pos jaga setempat. Kerugian ditaksir mencapai 16 juta.

Penyaluran Bantuan Kepada Korban Atap Roboh

BPBD Kota Malang selain memberikan bantuan terpal dan sembako terhadap korban yang terdampak juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana yang terjadi, khususnya masyarakat yang bermukim di pinggiran DAS. (Rue)

Exit mobile version