ANTISIPASI GENANGAN AIR SAAT MUSIM HUJAN, BPBD: LAKUKAN BERSIH-BERSIH DI LINGKUNGAN MASING-MASING

0

BPBD Kota Malang | Kemarau masih berlangsung di sebagian besar wilayah di Indonesia. Meski demikian, hujan sudah mulai mengguyur sebagian wilayah barat Indonesia seperti Aceh dan Sumatera Utara. Bahkan sempat diberitakan terjadi banjir akibat derasnya guyuran hujan tersebut.

BMKG Karangploso pun telah memprediksi hujan di Kota Malang bakal tiba di minggu pertama Nopember. Ini berarti warga Malang harus bersiap diri jelang datangnya musim hujan.

“Tiap musim hujan identik dengan kejadian longsor atau genangan air. Langkah preventif perlu kita lakukan agar potensi dan ancaman yang timbul tiap tahun bisa dikurangi,” kata Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kota Malang, Indra Gita Senin (9/9/19).

Indra, hujan yang turun dengan intensitas sedang maupun tinggi memiliki volume air limpasan yang besar. Jika aliran air limpasan mengalami hambatan, akibatnya terjadi genangan air.
“Banyak ditemui saluran yang tersumbat karena sedimentasinya tinggi dan menyebabkan aliran air terganggu. Bahkan ada yang tertutup sampah, pengerukan adalah solusinya,” terang Indra.

Indra menyarankan agar sejak dini dilakukan monitoring dan pemantauan titik-titik yang sering terendam. Pemantauan bisa dilakukan secara swadaya karena masyarakat lah yang mengetahui kondisi lingkungannya sendiri.

Sebelunya BPBD telah memetakan kawasan Galunggung, S. Parman dan Borobudur sebagai wilayah yang kerap terjadi genangan air. Selain itu Jalan Klampok Kasri, Jalan Bukit Barisan, Jalan Dieng, Kelurahan Bareng, depan Araya, Sawojajar, Madyopuro Gang IV, Perempatan ITN, Bandulan Jalan Industri barat, Pandanwangi, Taman Kalisari, Pasar Blimbing dan Tanjungrejo juga tercatat sebagai zona merah genangan air dengan tingkat kerawanan tinggi.

“Program mitigasi genangan air bisa dilakukan misalnya kerja bakti membersihkan saluran air, sungai atau perbaikan plengsengan secara swadaya. Kalau aliran air lancar, Insya Allah tak ada lagi kejadian seperti tahun lalu,” singgung Indra.

Hingga pertengahan September ini, BPBD Kota Malang mencatat 130 kasus bencana. Sepuluh kasus diantaranya genangan air yang membuat kerugian puluhan juta rupiah. Relevansi ini pula yang membuat BPBD terus mengimbau masyarakat untuk waspada dan mengantisipasi potensi bencana.

Pewarta : Mahfuzi
Editor : Yusufi

Share.

About Author

Leave A Reply