PUNCAK MUSIM HUJAN, BPBD KOTA MALANG IMBAU WASPADA LONGSOR HINGGA CUACA EKSTRIM

0

BPBD Kota Malang | Jumlah kejadian bencana yang terjadi di wilayah Kota Malang sepanjang bulan Maret 2021 meningkat tajam. Rekapitulasi data bencana yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang melalui Pusdalops PB mencapai jumlah 30 kejadian bencana alam dan non alam yang tersebar di 75 titik lokasi bencana. Meningkatnya jumlah kejadian tersebut paling besar disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang disertai dengan angin kencang. Dampak yang terjadi paling besar yakni tanggal 22 Maret 2021 terjadi Banjir sebanyak 21 lokasi, tanah longsor sedikitnya 2 lokasi serta angin kencang di 1 lokasi yang tersebar di sejumlah wilayah di Kota Malang. Stasiun Cuaca (Wheater Station) yang terpasang di Kantor BPBD Kota Malang mencatat pada tanggal tersebut curah hujan mencapai 54,4 mm dengan curah hujan total bulan maret mencapai 383,5 mm.
Bencana hidrometeorologi masih mendominasi kejadian bencana pada Bulan Maret 2021 di wilayah Kota Malang. Tercatat sepanjang bulan Maret 2021 bencana banjir terjadi di 29 titik yang berada di Kecamatan Lowokwaru sejumlah 13 titik, Kecamatan Blimbing sejumlah 6 titik, Kecamatan Klojen dan Kedungkandang masing-masing sejumlah 4 titik, dan Kecamatan Sukun sejumlah 2 titik. Banjir yang terjadi diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi serta luapan saluran drainase. Seperti sebelumnya, banjir terjadi tidak berlangsung lama dengan perkiraan waktu surut 30 – 50 menit setelah hujan reda.

Selain banjir, akibat dari hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang mengakibatkan tumbangnya sejumlah pohon di beberapa lokasi serta rusaknya sejumlah atap rumah warga dengan total akibat cuaca ekstrim mencapai 25 titik lokasi bencana. Sejumlah pohon yang tumbang segera direspon oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Malang dengan dibantu oleh Relawan untuk mengevakuasi agar kegiatan masyarakat serta lalu lintas tidak terganggu. Lokasi tersebar di Kecamatan Sukun sejumlah 10 titik, Kecamatan Klojen sejumlah 8 titik, Kecamatan Blimbing sejumlah 5 titik serta Kecamatan Lowokwaru dan Kedungkandang masing-masing sejumlah 1 titik, Bencana alam lainnya yang terjadi sepanjang bulan Maret 2021 yaitu tanah longsor yang terjadi di 14 titik lokasi. Berdasarkan data yang dihimpun Pusdalops PB kejadia Tanah Longsor paling parah terjadi di Jl. Kapri RT. 05 RW.04 yang mengakibatkan 3 rumah terdampak longsor dengan kerugian mencapai Rp 213.000.000,00. Kejadian tanah longsor paling banyak terjadi di Kecamatan Kedungkandang sebanyak 6 lokasi. Sedangkan di Kecamatan Klojen sebanyak 3 lokasi, Kecamatan Sukun dan Blimbing masing-masing 2 lokasi, serta Kecamatan Lowokwaru sedikitnya 1 lokasi. Selain bencana alam, kejadian bencana yang diakibatkan oleh faktor non alam terjadi di 7 titik lokasi. Kejadian bencana non alam mencakup Kebakaran bangunan serta pohon tumbang yang disebabkan oleh akar lapuk. Kerugian dari seluruh bencana yang terjadi sepanjang bulan Maret 2021 diperkirakan ±Rp 628.636.900,00. Secara keseluruhan, Kecamatan Klojen menempati urutan pertama dengan 18 titik lokasi bencanaPandemi COVID-19 di Kota Malang juga masih terjadi penambahan kasus namun tren secara kesuluruhan terpantau menurun dengan diiringi peningkatan jumlah pasien yang sembuh. Upaya pengendalian pandemi melalui vaksinasi juga terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang. Selain itu, sosialisasi penerapan 5M ditingkat RT/RW melalui program PPKM Mikro terus digencarkan. Sejumlah upaya yang dilakukan tersebut diharapkan dapat mengurangi dan mempercepat berakhirnya Pandemi COVID-19 di Kota Malang.

Berdasarkan rilis BMKG mengenai prakiraan musim kemarau tahun 2021 Provinsi Jawa Timur, awal musim kemarau 2021 diprakirakan umumnya terjadi pada bulan April meliputi 21 ZOM (35,0%) dan Mei meliputi 35 ZOM (58,3%). Paling awal diprakirakan Maret Dasarian III terjadi di Banyuwangi bagian selatan, sedangkan paling lambat diprakirakan terjadi di Malang bagian tenggara, Lumajang bagian barat daya, dan Banyuwangi bagian tengah pada Juli dasarian I. Kota Malang diperkirakan mengalami musim kemarau pada Dasarian I-III Mei 2021. Pada periode peralihan musim (April – Mei 2021) perlu diwaspadai cuaca ekstrim seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung, dan potensi hujan es yang bisa terjadi pada periode tersebut.

BPBD Kota Malang terus menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana di sekitar tempat tinggalnya. Ikuti perkembangan cuaca dan kebencanaan dengan memantau media sosial BPBD Kota Malang ataupun BMKG. Apabila ada masyarakat yang melihat atau terdampak bencana, segera melaporkan ke Hotline Pusdalops BPBD Kota Malang melalui nomor 0811-3770-502 ataupun layanan panggilan darurat Ngalam Command Center (NCC) melalui nomor panggilan 112.

Share.

About Author

Leave A Reply